Kamis, 29 November 2018

filsafat pendidikan


Selasa 27 November 2018

            Pada pembelajaran filsafat pendidikan dalam pertemuan selasa kemarin dengan Bapak Aniq KHB S.Pd,M.Hum materi yang telah disampaikan oleh Bapak Aniq  yaitu tentang rasa yang merupakan segala sesuatu yang tidak tampak tapi diyakini keberadaanya. Rasa adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Rasa memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga rasa dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.
            Kemudian dijelaskan kembali tentang prinsip, principal, principel
1.      Prinsip merupakan sebuah prinsip yang merupakan roh dari sebuah perkembangan ataupun perubahan, dan merupakan akumulasi dari pengalaman ataupun pemaknaan oleh sebuah objek atau subjek tertentu.
2.      Principal merupakan yang berfungsi sebgai adjective, kata principal dalam kalimat juga berfungsi sebagai noun yang artinya kepala( dari sebuah lembaga). dan memiliki keterkaitan dengan dunia pendidikan yang erat, kata principal ini juga umum digunakan untuk merujuk pada head teacter.
3.      Principle merupakan kata principel disini dalam kalimat berfungsi sebagai noun. Secara umum kata ini diartikan sebagai asas, dasar, prinsip, teori, hukum, aturan, kepercayaan ataupun tatacara melakukan sesuatu. Dari sini kita bisa melihat bahwa kata Principle memiliki cakupan makna yang cukup luas , maka dari itu kitapun harus berhati-hati dan menerjemahkannya
Penciptaan awal merupakan yang tidak bisa dibohongi
      Kemudian Ilmu merupakan seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi. Dari ilmu terdapat kata manifestasi yang berfungsi sebagai kata kerja atai kata benda. Kata kerja menjadkan dalam wujud yang dapat dilihat mewujudkan, sedangkan kata-kata benda perwujudtan sebagai suatu pernyataan perasaan atau pendapat.contohnya kita sebagai seorang muslim yang beriman kita pasti percaya dan yakin akan adanya Tuhan Y.M.E yang kita buktikan secara lisan dan manifestasikan dalam bentuk amal perbuatan. Kemudian dalam ilmu terdapat ejawantah yaitu menjelma sebagai wujud dan menitis mewujudkan melaksanakan, memanifestasikan suatu posisi, kondisi sikap, pendirian, dsb. Dan juga dapat melahirkan ilmu yang bermanfaat.
Sekian reportase yang dapat saya sampaikan apabila terdapat kekeliruan mohon maaf yang sebesar-besarnya, dan saya berterimakasih kepada Bapak Aniq KHB S.Pd,M.Hum yang telah memberikan materi.

LINK KELAS 7A
1. Khafidzoh Asfihani (15120008)
3. Ismaul Amalia (15120007)
4. Nur tri atika (15120040)
7. Intan Nur Fatikha Mulya 15120033
8. Dewi Krisdiyanti 15120285
11. Feby dwi angrainy (15120029)
12. Atik Budiarti 15120010 https://atikbudiarti31.blogspot.com/?m=1
13. Martiya zulfa risty 15120039
14. Eko nur fatoni 15120020 http://fatoniekonur.blogspot.com/2018/11/penciptaan-awal-manusia.html?m=1                      
25. Hadiah hana putri 15120481http://15120481hana.blogspot.com/?m=1    
26.Fadila Nurfi A 15120322 https://falidafurni.blogspot.com/2018/11/penciptaan-awal.html





Kamis, 01 November 2018

filsafat pendidikan


Selasa ,30 oktober 2018

            Pada  materi yang telah di sampaikan oleh bapak Anik KHB S.Pd,M.Hum Pikiran adalah gagasan dan proses mental. Berfikir memungkinkan seseorang untuk merepresentasikan dunia sebagai model  dan memberikan perlakuan terhadapnya secara efektif sesuai dengan tujuan,rencana, dan keinginan. Kata yang merujuk pada konsep dan proses yang sama diantara kognisi, pemahaman, kesadaran, gagasan, dan imajinasi. Berfikir melibatkan manipulasi otak terhadap informasi, seperti saat kita embentuk konsep, terlibat dalam pemecahan masalah,melakukan penalaran, dan membuat keputusan. Menurut  Ki Hajar Dewantara :
 1.) penataan (tetep, anteb, mantep) keselarasan dalam pendidikan
Ketegukan berfikir/ketetapan berfikir yang dimulai dari fikiran, dimana fikiran merupakan perasaan dari akal. Dan objek yang tidak dapat diperas dinamakan pikiran., mengelola pikiran itu dapat dicari dengan mencari sisi pandang. Teori-teori budaya beragam akal merupakan terkogmisi pemikiran-pemikiran mengenai akal pemikiran di dalam pemikiran-pemikiran para tokoh diantaranya jhon plaget,vigotsy,brunner,dan lain-lain.
2.) Kendel, bandel, ngandel
Menurut Ki Hajar Dewantara ditanamkan di setiap jiwa yaitu ngandel,kendel, dan bandel. Dan dijelaskan pula bahwa ada tiga fatwa yang dikedepankan oleh Ki Hajar Tewantara yaitu Ngandel mengandung makna percaya dan patuh, atau dengan kata lain patuh yang didasari oleh rasa percaya. Percaya dan patuh adalah dua entitas yang berbeda, bisa saja seseorang percaya terhadap sesuatu akan tetapi tidak mematuhinya atau sebaliknya patuh untuk melaksanakan sesuatu akan tetapi sebenarnya ia tidak percaya, kata ngandel adalah perpaduan antara makna dua kata tersebut. Ngandel dalam istilah bahasa jawa adalah “ pendirian tegak”.
Pendidikan itu harus menghantar orang pada kondisi yang ngandel ( berpendirian tegak/teguh). Orang yang berpendidikan tegak adalah yang berprinsip dalam hidup. Kendel merupakan istilah yang menunjukan keberanian, dengan harapan pendidikan akan mampu menjadikan seseorang menjadi pribadi yang berani dan kesatria. Bandel adalah yang tahan uji dari segala cobaan hidup dalam segala situasi dihadapinya dengan sikap tawakal, tidak lekas ketakutan dan hilang nyali tidak mudah rusak, tidak lekas rapuh mental dll.
            Kemudian dijelaskan tentang ning, nung, nang, neng  yang mempunyai arti perasaan ( neng ), keheningan ( ning), ketenangan ( nang) dan renungan ( nung ). Seeseorng bisa mengalami kesucian pikiran dan ketenangan batin.
1.     Neng : artinya jumeneng, berdiri, sadar atau bangun untuk melakukan tirakat, semedi, maladihening, atau mesu budi.  Konsentrasi untuk membangkitkan kesadaran batin, serta mematikan kesadaran jasad sebagai upaya menangkap dan menyelaraskan diri dalam frekuensi  gelombang Tuhan.
2.      Ning : artinya dalam jumeneng kita mengheningkan daya cipta (akal-budi) agar menyambung dengan daya rasa- sejati yang menjadi sumber cahaya nan suci. Tersambungnya antara cipta dengan rahsa akan membangun keadaan yang wening. Dalam keadaan “mati raga”  kita menciptakan keadaan batin (hawa/jiwa/nafs) yang hening, khusuk, bagai di alam “awang-uwung” namun  jiwa tetap terjaga dalam kesadaran batiniah. Sehingga  kita dapat menangkap sinyal gaib dari sukma sejati.
3.   Nung : artinya      kesinungan. Bagi siapapun yang melakukan Neng, lalu berhasil menciptakan Ning, maka akan kesinungan (terpilih dan pinilih) untuk mendapatkan anugrah agung dari Tuhan Yang Mahasuci. Dalam Nung yang sejati, akan datang cahaya Hyang Mahasuci melalui rasa lalu ditangkap roh atau sukma sejati, diteruskan kepada jiwa, untuk diolah oleh jasad yang suci menjadi manifestasi perilaku utama (lakutama). Perilakunya selalu konstruktif dan hidupnya  selalu bermanfaat untuk orang banyak.
4.       Nang : artinya menang orang yang terpilih dan pinilih (kesinungan), akan selalu terjaga amal perbuatan baiknya.  sehingga amal perbuatan baik yang tak  terhitung lagi akan menjadi benteng untuk diri sendiri. Ini merupakan buah kemenangan dalam laku prihatin.  Kemenangan yang berupa anugrah, kenikmatan, dalam segala bentuknya serta meraih kehidupan sejati, kehidupan yang dapat memberi manfaat  (rahmat) untuk seluruh makhluk serta alam semesta. Seseorang akan meraih kehidupan sejati, selalu kecukupan, tentram lahir batin, tak bisa dicelakai orang lain, serta selalu menemukan keberuntungan dalam hidup.
       
Sekian reportase yang telah saya sampaikan dan  tak lupa saya berterimakasih kepada bapak Anik KHB S.Pd,M.Hum yang telah memberikan pengetahuan. Dan mohon maaf apabila terdapat kekeliruan dan kata-kata yang kurang berkenan terimaksih.

Link tugas filsafat ke 4 :
2. 15120007 Ismaul Amalia
4. 15120040 Nur Tri Atika
6. Dewi Krisdiyanti 15120285
7. Atik Budiarti 15120010
8. Febydwiangrainy. 15120029
9. Mahmudi 15120018
10.Abdul Ghofar 15120024
12 Devi Endah Prastiwi 15120441
14. Martiya zulfa risty (15120039)
18. Dyah Saraswati (15120364)
19. Eko nur fatoni (15120020)
21. Hadiah hana putri 15120481
22. Susilo bayu
23. Lina Muntasiroh
24. 15120008 Khafidzoh Asfihani
25. Intan Nur Fatikha Mulya 15120033
27.15120023 Bayu Saputro