Kamis, 01 November 2018

filsafat pendidikan


Selasa ,30 oktober 2018

            Pada  materi yang telah di sampaikan oleh bapak Anik KHB S.Pd,M.Hum Pikiran adalah gagasan dan proses mental. Berfikir memungkinkan seseorang untuk merepresentasikan dunia sebagai model  dan memberikan perlakuan terhadapnya secara efektif sesuai dengan tujuan,rencana, dan keinginan. Kata yang merujuk pada konsep dan proses yang sama diantara kognisi, pemahaman, kesadaran, gagasan, dan imajinasi. Berfikir melibatkan manipulasi otak terhadap informasi, seperti saat kita embentuk konsep, terlibat dalam pemecahan masalah,melakukan penalaran, dan membuat keputusan. Menurut  Ki Hajar Dewantara :
 1.) penataan (tetep, anteb, mantep) keselarasan dalam pendidikan
Ketegukan berfikir/ketetapan berfikir yang dimulai dari fikiran, dimana fikiran merupakan perasaan dari akal. Dan objek yang tidak dapat diperas dinamakan pikiran., mengelola pikiran itu dapat dicari dengan mencari sisi pandang. Teori-teori budaya beragam akal merupakan terkogmisi pemikiran-pemikiran mengenai akal pemikiran di dalam pemikiran-pemikiran para tokoh diantaranya jhon plaget,vigotsy,brunner,dan lain-lain.
2.) Kendel, bandel, ngandel
Menurut Ki Hajar Dewantara ditanamkan di setiap jiwa yaitu ngandel,kendel, dan bandel. Dan dijelaskan pula bahwa ada tiga fatwa yang dikedepankan oleh Ki Hajar Tewantara yaitu Ngandel mengandung makna percaya dan patuh, atau dengan kata lain patuh yang didasari oleh rasa percaya. Percaya dan patuh adalah dua entitas yang berbeda, bisa saja seseorang percaya terhadap sesuatu akan tetapi tidak mematuhinya atau sebaliknya patuh untuk melaksanakan sesuatu akan tetapi sebenarnya ia tidak percaya, kata ngandel adalah perpaduan antara makna dua kata tersebut. Ngandel dalam istilah bahasa jawa adalah “ pendirian tegak”.
Pendidikan itu harus menghantar orang pada kondisi yang ngandel ( berpendirian tegak/teguh). Orang yang berpendidikan tegak adalah yang berprinsip dalam hidup. Kendel merupakan istilah yang menunjukan keberanian, dengan harapan pendidikan akan mampu menjadikan seseorang menjadi pribadi yang berani dan kesatria. Bandel adalah yang tahan uji dari segala cobaan hidup dalam segala situasi dihadapinya dengan sikap tawakal, tidak lekas ketakutan dan hilang nyali tidak mudah rusak, tidak lekas rapuh mental dll.
            Kemudian dijelaskan tentang ning, nung, nang, neng  yang mempunyai arti perasaan ( neng ), keheningan ( ning), ketenangan ( nang) dan renungan ( nung ). Seeseorng bisa mengalami kesucian pikiran dan ketenangan batin.
1.     Neng : artinya jumeneng, berdiri, sadar atau bangun untuk melakukan tirakat, semedi, maladihening, atau mesu budi.  Konsentrasi untuk membangkitkan kesadaran batin, serta mematikan kesadaran jasad sebagai upaya menangkap dan menyelaraskan diri dalam frekuensi  gelombang Tuhan.
2.      Ning : artinya dalam jumeneng kita mengheningkan daya cipta (akal-budi) agar menyambung dengan daya rasa- sejati yang menjadi sumber cahaya nan suci. Tersambungnya antara cipta dengan rahsa akan membangun keadaan yang wening. Dalam keadaan “mati raga”  kita menciptakan keadaan batin (hawa/jiwa/nafs) yang hening, khusuk, bagai di alam “awang-uwung” namun  jiwa tetap terjaga dalam kesadaran batiniah. Sehingga  kita dapat menangkap sinyal gaib dari sukma sejati.
3.   Nung : artinya      kesinungan. Bagi siapapun yang melakukan Neng, lalu berhasil menciptakan Ning, maka akan kesinungan (terpilih dan pinilih) untuk mendapatkan anugrah agung dari Tuhan Yang Mahasuci. Dalam Nung yang sejati, akan datang cahaya Hyang Mahasuci melalui rasa lalu ditangkap roh atau sukma sejati, diteruskan kepada jiwa, untuk diolah oleh jasad yang suci menjadi manifestasi perilaku utama (lakutama). Perilakunya selalu konstruktif dan hidupnya  selalu bermanfaat untuk orang banyak.
4.       Nang : artinya menang orang yang terpilih dan pinilih (kesinungan), akan selalu terjaga amal perbuatan baiknya.  sehingga amal perbuatan baik yang tak  terhitung lagi akan menjadi benteng untuk diri sendiri. Ini merupakan buah kemenangan dalam laku prihatin.  Kemenangan yang berupa anugrah, kenikmatan, dalam segala bentuknya serta meraih kehidupan sejati, kehidupan yang dapat memberi manfaat  (rahmat) untuk seluruh makhluk serta alam semesta. Seseorang akan meraih kehidupan sejati, selalu kecukupan, tentram lahir batin, tak bisa dicelakai orang lain, serta selalu menemukan keberuntungan dalam hidup.
       
Sekian reportase yang telah saya sampaikan dan  tak lupa saya berterimakasih kepada bapak Anik KHB S.Pd,M.Hum yang telah memberikan pengetahuan. Dan mohon maaf apabila terdapat kekeliruan dan kata-kata yang kurang berkenan terimaksih.

Link tugas filsafat ke 4 :
2. 15120007 Ismaul Amalia
4. 15120040 Nur Tri Atika
6. Dewi Krisdiyanti 15120285
7. Atik Budiarti 15120010
8. Febydwiangrainy. 15120029
9. Mahmudi 15120018
10.Abdul Ghofar 15120024
12 Devi Endah Prastiwi 15120441
14. Martiya zulfa risty (15120039)
18. Dyah Saraswati (15120364)
19. Eko nur fatoni (15120020)
21. Hadiah hana putri 15120481
22. Susilo bayu
23. Lina Muntasiroh
24. 15120008 Khafidzoh Asfihani
25. Intan Nur Fatikha Mulya 15120033
27.15120023 Bayu Saputro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar