Selasa, 4 Desember 2018
Pada pembelajaran filsafat pendidikan
dalam pertemuan selasa kemarin dengan Bapak Aniq KHB S.Pd,M.Hum materi yang
telah disampaikan oleh Bapak Aniq yaitu
tentang pola pikir yang benar .Tirakat, yaitu ilmu yang disampaikan sedikit-sedikit
bisa hilang karena tidak di rawat,contohnya seperti ketika seseorang mempunyai
ilmu namun ilmu itu tidak dirawat dalam artian tidak selalu dipelajari maka
ilmu itu bisa hilang.
Terdapat Laku hidup diantaranya :
1.
Urip
2.
Kauripan
3.
Panguripan
4.
Hidup
5.
Kehidupan
6.
Penghidupan
Laku yang kita
pilh adalah laku yang kehidupan karena ada nilai-nilai didalamnya.
Kemudian
susilo bayu mustofa bertanya “bagaimana mencari pola pikir yang benar? Dan telah
dijawab oleh pak Anik bahwa pertanyaan itu sama
denganbagaimana mencari ilmu bisa menjadi tulang sumsum. Dan hal ini
bisa diibaratkan dengan pawon atau suguhan dari kedua hal tersebut ada
tempatnya masing-masing, jangan sampai tertukar. Kalau pawon tempatnya
diblakang diruang dapur, sedangan suguhan tempatnya di ruang tamu. Kyai Hamid Pasuruan, Keistimewaan Kiai Hamid
dengan sifat-sifat beliau sebagai berikut: Kecondongan beliau untuk berkhidmat,
melayani. Beliau melayani seluruh anggota keluarga. Kalau ada yang butuh
sesuatu, beliau bantu,Kecenderungan
beliau untuk selalu membuat nyaman orang lain. Beliau tidak membuat orang lain
panik atau tegang. Kalau ada yang terlanjur panic atau tegang, beliau kendurkan
syarafnya. Entah dengan melucu atau kata-kata yang meneduhkan, Beliau tidak
membeda-bedakan antara satu dan lain orang. Beliau selalu berkomunikasi dengan hati, bukan akal,
apalagi nafsu. Kemudian terdapat cerita bahwa di dalam mobil ada orang yang
menangis keras tetapi tidak ada orang
yang nangis,akan tetapi ternyata ada nasi yang menempel.
Selanjutnya pak anik membahas tentang qoblun
hablun, cerita qoblun dan hablun yang disaksikan oleh burung gagak .yang
mitisnya burung gagak terkenal menakutkan. Awal mulanya yaitu qoblun membunuh
hablun disaksikan oleh burung gagak dan pada saat itu pula burung gagak pun
mati. Hablun merasa binggung karena tidak tahu bagaimana caranya menyembunyikan
mayat qoblun, jadi qolbun belum menguburkan hablun selama 100 tahun. Pada saat
itu qoblun melihat gagak menguburkan gagak yang sudah mati dengan membuat
lubang tanah, kemudian qolbun juga menirukannya. Dan hikmah dari cerita
tersebut bahwa kita sebagai manusia bisa belajar dari makhluk lain.
Kemudian dijelaskan
tentang fenomena mudik, mudikciri hkas dengan orang desa atau ndeso, saat
mereka membahas mudik mereka merasa senang dan bangga. Sekian reportase yang dapat saya sampaikan apabila terdapat
kekeliruan mohon maaf yang sebesar-besarnya, dan saya berterimakasih kepada Bapak Aniq KHB S.Pd,M.Hum yang telah
memberikan materi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar