Kamis, 06 Desember 2018

filsafat pendidikan


Selasa, 4 Desember 2018

            Pada pembelajaran filsafat pendidikan dalam pertemuan selasa kemarin dengan Bapak Aniq KHB S.Pd,M.Hum materi yang telah disampaikan oleh Bapak Aniq  yaitu tentang pola pikir yang benar .Tirakat, yaitu ilmu yang disampaikan sedikit-sedikit bisa hilang karena tidak di rawat,contohnya seperti ketika seseorang mempunyai ilmu namun ilmu itu tidak dirawat dalam artian tidak selalu dipelajari maka ilmu itu bisa hilang.
             Terdapat Laku hidup diantaranya :
1.      Urip
2.      Kauripan
3.      Panguripan
4.      Hidup
5.      Kehidupan
6.      Penghidupan

Laku yang kita pilh adalah laku yang kehidupan karena ada nilai-nilai didalamnya.

Kemudian susilo bayu mustofa bertanya “bagaimana mencari pola pikir yang benar? Dan telah dijawab oleh pak Anik bahwa pertanyaan itu sama  denganbagaimana mencari ilmu bisa menjadi tulang sumsum. Dan hal ini bisa diibaratkan dengan pawon atau suguhan dari kedua hal tersebut ada tempatnya masing-masing, jangan sampai tertukar. Kalau pawon tempatnya diblakang diruang dapur, sedangan suguhan tempatnya di ruang tamu. Kyai Hamid Pasuruan, Keistimewaan Kiai Hamid dengan sifat-sifat beliau sebagai berikut: Kecondongan beliau untuk berkhidmat, melayani. Beliau melayani seluruh anggota keluarga. Kalau ada yang butuh sesuatu, beliau bantu,Kecenderungan beliau untuk selalu membuat nyaman orang lain. Beliau tidak membuat orang lain panik atau tegang. Kalau ada yang terlanjur panic atau tegang, beliau kendurkan syarafnya. Entah dengan melucu atau kata-kata yang meneduhkan, Beliau tidak membeda-bedakan antara satu dan lain orang. Beliau selalu berkomunikasi dengan hati, bukan akal, apalagi nafsu. Kemudian terdapat cerita bahwa di dalam mobil ada orang yang menangis keras  tetapi tidak ada orang yang nangis,akan tetapi ternyata ada nasi yang menempel.
 Selanjutnya pak anik membahas tentang qoblun hablun, cerita qoblun dan hablun yang disaksikan oleh burung gagak .yang mitisnya burung gagak terkenal menakutkan. Awal mulanya yaitu qoblun membunuh hablun disaksikan oleh burung gagak dan pada saat itu pula burung gagak pun mati. Hablun merasa binggung karena tidak tahu bagaimana caranya menyembunyikan mayat qoblun, jadi qolbun belum menguburkan hablun selama 100 tahun. Pada saat itu qoblun melihat gagak menguburkan gagak yang sudah mati dengan membuat lubang tanah, kemudian qolbun juga menirukannya. Dan hikmah dari cerita tersebut bahwa kita sebagai manusia bisa belajar dari makhluk lain.
Kemudian dijelaskan tentang fenomena mudik, mudikciri hkas dengan orang desa atau ndeso, saat mereka membahas mudik mereka merasa senang dan bangga. Sekian reportase yang dapat saya sampaikan apabila terdapat kekeliruan mohon maaf yang sebesar-besarnya, dan saya berterimakasih kepada Bapak Aniq KHB S.Pd,M.Hum yang telah memberikan materi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar